Translate Di Sini.......

Rabu, 28 Maret 2012

SPBU Dijaga Ketat







ELY KURNIAWATY/GM
PARA buruh berdemo di depan SPBU di Cimahi.

CIMAHI (GM) - Aparat kepolisian dibantu unsur TNI, mulai bergerak mengamankan sejumlah objek vital di Bandung Raya. Hal itu menyusul gelombang unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang terjadi Selasa (27/3).


Polres Cimahi, sedikitnya menerjunkan 750 personel untuk mengantisipasi gejolak masyarakat di wilayah Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat. Personel yang dikerahkan terdiri atas 1 kompi Dalmas Inti dan 2 kompi Dalmas, dan 1 kompi Brimob Polda Jabar.

Mereka siaga dalam pengamanan objek vital seperti Depo Pertamina Padalarang dan 33 SPBU di Cimahi dan KBB.

"Kita sudah siapkan personel dalam pengamanan terjadinya gejolak menjelang kenaikan BBM ini. Anggota akan kita tempatkan di Depo Pertamina dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)," kata Kabag Humas Polres Cimahi AKP Muncar Sudiono di Mapolres Cimahi, Selasa (27/3).

Masih menurut Muncar, Satpol PP dan Dishub Kota Cimahi dan KBB juga akan membantu melakukan pengamanan, terutama untuk mengantisipasi arus lalu lintas di jalur protokol. "Dengan adanya aksi massa kemungkinan akan terjadi kemacetan. Oleh karena itu pengamanan jalur juga dilakukan," ujarnya.

Dalam pengamanan tersebut, kawasan Padalarang yang memiliki objek vital Depo Pertamina Padalarang juga mendapat pengawalan ekstra ketat. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Padalarang AKP Wowon Haryono. "Di Depo Pertamina akan dilakukan pengamanan oleh Brimob dan juga unsur dari TNI dari Armed," katanya.

SPBU di Kab. Bandung

Sementara itu di Kec. Banjaran, petugas Polsek Banjaran memantau sejumlah titik yang dianggap rawan menjelang kenaikan BBM, di antaranya SPBU dan pabrik.

Menurut Kapolsek Banjaran, AKP Achmad Yasan, pemantauan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Pihaknya juga menempatkan petugas di SPBU dan pabrik-pabrik yang ada di wilayah Banjaran.

"Kita tempatkan dua orang untuk bertugas menjaga di tiga SPBU dan sekitar 6 pabrik yang ada di sini. Mereka berjaga selama 24 jam secara bergantian," ujar Kapolsek kepada "GM", yang saat itu tengah memantau pabrik tekstil PT Surya Usaha Mandiri di Desa Tarajusari.

Dijelaskan Yasan, pemantauan akan terus dilakukan hingga situasi kondusif. Selain SPBU dan pabrik, petugas Polsek Banjaran juga melakukan pantauan ke sejumlah ruas jalan, terutama jalan yang akan dilalui pendemo. "Kita akan terus pantau di lapangan. Sejauh ini situasinya masih kondusif. Di SPBU-SPBU pelayanannya masih terpenuhi dan tidak ada yang menimbun. Di pabrik juga masih kondusif," katanya.

Sementara di Margahayu, sebuah mobil boks dan SPBU yang berada di wilayah Margahayu diperiksa petugas gabungan dari unsur muspika setempat. Operasi dipimpin Kapolsek Margahayu AKP Edy Suwandi.

"Pemeriksaan terhadap mobil boks untuk mencegah penimbunan BBM pada saat menjelang kenaikan harga. Sampai hari ini (kemarin, red) kita tidak menemukan mobil boks yang mengangkut BBM," paparnya.

Sementara itu, SPBU yang ada di wilayah hukum Polsek Margahayu ada tiga, yaitu di Kopo Bihbul, Kopo Sayati, dan Kopo Jadek. Dari ketiga SPBU itu juga tidak ada indikasi kecurangan dari pemilik atau pihak pengelola untuk memanfaatkan rencana kenaikan harga BBM.

Sementara itu SPBU milik PT Ma'soem Grup mulai dijaga tiga petugas secara khusus. Demikian disampaikan Direktur Migas Bidang SPBU PT Ma'soem Grup, Dahat Gunadi saat ditemui wartawan di SPBU 3440315 Cikalang Cileunyi, Kab. Bandung.

Menurut Dahat, pihaknya telah menambah jumlah personel yang terdiri atas satu orang satpam dan dua petugas administrasi. Ketiga petugas tersebut akan ditempatkan di beberapa lokasi SPBU yang strategis. "Setiap hari juga aparat kepolisian selalu mobile di sejumlah SPBU," kata Dahat.

Related Post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang Keren Komend Dong..?